Sarasehan Ormas Kota Semarang, FKSP: Ormas Wajib Mandiri, Jangan Jadi Beban Negara

Blog, Ormas86 Dilihat

 

SEMARANG – cyberonenews.com – Forum Kiai Santri Pancasila (FKSP) Kota Semarang menghadiri Sarasehan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Semarang di Hotel Pandanaran Semarang, Kamis (4/6/2026).

Dalam forum tersebut, Ketua Umum FKSP, K.H. Achmad Robani Albar, S.H., M.H., menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya membangun organisasi kemasyarakatan yang kuat, produktif, dan mandiri demi memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.

Menurut Kiai Robani, setiap organisasi kemasyarakatan harus memiliki semangat kemandirian dalam menjalankan roda organisasi. Ia menegaskan bahwa ormas tidak boleh bergantung sepenuhnya pada bantuan pemerintah maupun menjadi beban bagi anggaran negara.

“Ormas itu harus mandiri, wajib mandiri. Jangan menjadi beban negara, apalagi menjadi beban APBD. Kemandirian adalah bentuk tanggung jawab moral organisasi kepada masyarakat yang dilayaninya,” tegasnya di hadapan peserta sarasehan.

Kiai Robani menjelaskan bahwa semangat kemandirian merupakan bagian dari nilai-nilai perjuangan sosial yang pernah dicontohkan oleh Mahatma Gandhi serta sejalan dengan pengamalan Sila Kelima Pancasila, yaitu Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Menurutnya, ormas yang mandiri akan lebih fokus mengabdi kepada masyarakat tanpa terjebak pada kepentingan mencari bantuan.

Dalam kesempatan tersebut, FKSP memperkenalkan tiga kunci utama untuk mewujudkan ormas yang mandiri. Pertama, mandiri secara finansial melalui iuran anggota, pengembangan koperasi, pembinaan UMKM, biro jasa, serta kerja sama yang sehat dengan berbagai pihak tanpa menghilangkan independensi organisasi.

Kedua, mandiri dalam program kerja dengan menghadirkan kegiatan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, seperti bank sampah, pelatihan kerja, dapur umum, seminar, pendidikan dan pelatihan, kegiatan edukasi, hingga advokasi sosial kemasyarakatan.m

Ketiga, mandiri secara ideologi dengan tetap berpegang teguh pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 serta tidak mudah ditunggangi kepentingan politik sesaat yang dapat mengganggu tujuan utama organisasi.

Kiai Robani juga mengapresiasi Pemerintah Kota Semarang melalui Kesbangpol yang telah membuka ruang dialog dan komunikasi bagi organisasi kemasyarakatan. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan ormas sangat penting dalam mendukung pembangunan dan menjaga kondusivitas daerah.

Sebagai bentuk komitmen terhadap kemandirian organisasi, FKSP terus menjalankan berbagai program, di antaranya “Ngaji Pancasila” yang dilaksanakan rutin setiap Selasa malam, pelatihan Dai Pancasila, pendampingan UMKM santri, serta Safari Ngaji Pancasila yang ditargetkan menjangkau seluruh kelurahan di Kota Semarang.

Sarasehan ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah antar peserta. Seluruh organisasi kemasyarakatan yang hadir menyatakan kesiapan untuk terus bersinergi dengan pemerintah dalam menjaga persatuan, memperkuat toleransi lintas agama dan kepercayaan, serta menciptakan kehidupan masyarakat Kota Semarang yang aman, damai, dan harmonis.

“Santri Pancasila, cinta agama cinta negara. Santri ngaji, santri ngabdi, santri untuk negeri,” pungkas Kiai Robani.

#pur412.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *