RSI Sultan Agung Semarang Gelar Kajian Doa Pagi dan Pelepasan Jamaah Haji Bersama Yusuf Mansur

Blog35 Dilihat

cyberonenews.com

SEMARANG  – RSI Sultan Agung Semarang menggelar kajian doa pagi sekaligus pelepasan jamaah haji bersama Yusuf Mansur pada Kamis, 23 April 2026. Kegiatan yang berlangsung di Masjid Hamidun Kosim ini diikuti oleh puluhan peserta, mulai dari civitas hospitalia hingga masyarakat umum, sebagai bentuk ikhtiar spiritual dalam menyambut keberangkatan ibadah haji.

Sebanyak delapan karyawan RSI Sultan Agung Semarang tercatat akan menunaikan ibadah haji tahun ini, yaitu dr. Sarah Aulia Winarsih, MKM, dr. Dian Cahyaningrum, Islachudin Attoyib, S.Kep., Ners., SH, Wari’atul Ulya Nur Fitriya, AMK, Amad Ayuhan, SE, Dian Indah Budiarti, S.Tr.Kep, Nur Khafidzoh, AMK, serta Takmilatung Siqoqin Najiha, S.Kep., Ners. Selain itu, kegiatan ini juga dirangkai dengan momen perpisahan bagi pegawai yang akan memasuki masa purna tugas, yakni Musriah, Suratmini, dan Kusmarwono.

Sambutan perwakilan calon jamaah haji disampaikan oleh Islachudin Attoyib. Ia mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan menunaikan rukun Islam kelima di tahun ini. Ia juga menegaskan komitmen untuk menjalankan ibadah dengan khusyuk serta menjaga akhlak selama di Tanah Suci.

“Kami berjanji akan mengisi setiap langkah dengan ibadah yang khusyuk dan akhlak yang terpuji. Kami mohon doa restu dari seluruh keluarga besar RSI Sultan Agung Semarang agar diberikan kekuatan dan kelancaran,” ucapnya.

Direktur Utama RSI Sultan Agung Semarang, dr. Agus Ujianto, M.Si.Med., Sp.B., FISQua, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kebersamaan dan kepedulian antarpegawai. Ia menekankan pentingnya dukungan moral dan spiritual dalam setiap perjalanan ibadah.

“Ini adalah bentuk rasa saling menyayangi dan saling mendukung di antara kita,” kata dr. Agus.

Ia juga mengingatkan makna spiritual dari rangkaian ibadah haji dengan mengutip ayat Al-Qur’an tentang Shafa dan Marwah sebagai simbol perjuangan dan ketekunan dalam berikhtiar.

“Ini bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi perjalanan iman. Keteladanan Siti Hajar mengajarkan kita untuk terus berusaha dengan penuh keyakinan dan tawakal kepada Allah SWT,” tuturnya.

Menurutnya, pengalaman spiritual dalam ibadah haji diharapkan dapat menjadi bekal bagi para pegawai untuk kembali dengan semangat baru dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, manajemen juga menyampaikan apresiasi kepada para pegawai yang memasuki masa purna tugas atas dedikasi dan pengabdiannya selama ini. Pengabdian mereka dinilai sebagai amal jariyah yang akan terus mengalir manfaatnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan mauizatul hasanah oleh Yusuf Mansur yang menekankan pentingnya bertasbih dan memperbaiki kualitas diri. Ia mengajak para jamaah untuk senantiasa bersyukur dalam segala kondisi.

“Allah tidak pernah salah, tidak pernah keliru. Bertasbih adalah bentuk kita mensucikan diri dan menerima segala ketentuan-Nya,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan bahwa salah satu bentuk syukur adalah dengan memperbaiki ucapan, pikiran, dan perasaan, termasuk dalam menyikapi hal-hal yang tidak disukai. Di situlah kita menjadi hamba yang berbeda, tetap bersyukur dalam segala keadaan,” pungkasnya.

(Pur412.)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *