Cyberone news. Com
SEMARANG – Semangat memperkuat nasionalisme yang berlandaskan nilai-nilai religius kembali diteguhkan melalui pertemuan lintas tokoh agama. Ketua DPW BAMAGNAS Provinsi Jawa Tengah, Pdt. Yermia Suprayitno, melakukan kunjungan ke Markas Kampung Demokrasi Pancasila di Jl. Karang Tengah 2, Genuk, Kota Semarang, Senin (4/5/2026).
Kampung Pancasila yang digagas oleh Kyai Ahmad Robani Akbar, SH., MH., tersebut dikenal sebagai pionir di Indonesia dengan kegiatan rutin yang mengedepankan nilai kebangsaan dan keagamaan, salah satunya melalui agenda “Ngaji Fadilah Pancasila” yang digelar setiap Selasa malam serta berbagai kegiatan sosial lainnya.
Kyai Robani Akbar yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Forum Kiai Santri Pancasila (FKSP) menyambut hangat kunjungan tersebut. Ia menyampaikan rasa gembira atas ketertarikan Pdt. Yermia terhadap konsep dan gerakan Kampung Pancasila sebagai ruang dialog kebangsaan yang inklusif.
Dialog yang berlangsung hangat mengangkat tema wawasan kebangsaan. Dalam kesempatan itu, Pdt. Yermia menanyakan latar belakang semangat Kyai Robani dalam menggaungkan nilai-nilai Pancasila secara konsisten di tengah masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Kyai Robani mengisahkan perjalanan hidupnya yang tumbuh dalam lingkungan religius Nahdlatul Ulama, serta sebagai putra dari almarhum Romo Kyai Robby Suratman, pendiri Pondok Pesantren Majelis Taklim Nurul Ulum di Rembang sejak tahun 1962,” ulas Kyai Robani
Ia menegaskan bahwa kecintaan terhadap agama tidak boleh bersifat eksklusif, melainkan harus dipandang dalam bingkai Pancasila yang menjunjung tinggi penghormatan terhadap seluruh agama di Indonesia. Prinsip “lakum dinukum waliyadin” menjadi pijakan bahwa setiap umat berhak menjalankan keyakinannya masing-masing tanpa intervensi,” jelasnya
Dalam kehidupan sosial, Kyai Robani juga menekankan pentingnya menghargai perbedaan pandangan. Ia tidak memaksakan kesamaan, melainkan membuka ruang kolaborasi bagi yang sejalan, dan tetap menghormati pihak yang berbeda untuk berjalan sesuai keyakinannya,” tegasnya
Pandangan tersebut mendapat respons positif dari Pdt. Yermia. Ia menegaskan pentingnya menjaga batas antara toleransi sosial dan keyakinan akidah. Menurutnya, kerja sama lintas iman sangat diperlukan dalam kehidupan berbangsa, namun prinsip keimanan tetap harus dijaga sesuai ajaran masing-masing,” tutur Pdt.Yermia
Lebih lanjut, keduanya sepakat bahwa tingkat pemahaman agama yang matang akan melahirkan sikap toleransi yang lebih luas. Oleh karena itu, peran tokoh agama sangat penting dalam memberikan pemahaman yang benar agar umat tidak salah dalam menafsirkan ajaran agamanya.
Menutup pertemuan, Pdt. Yermia menyampaikan bahwa dialog lintas iman seperti ini sangat penting untuk membuka wawasan bersama. Ia menegaskan bahwa Indonesia berdiri di atas fondasi Pancasila dan UUD 1945, sehingga silaturahmi antar umat beragama menjadi kunci dalam memperkuat nasionalisme yang religius dan harmonis.
#pur412.







