Pengajian Dua Pekan Sekali UMKM dan Terapis Pasar Kanjengan Bangun Kebersamaan untuk Geliatkan Ekonomi

Blog10 Dilihat

SEMARANG – cyberonenews.com – Berbagai upaya dilakukan Paguyuban UMKM dan Terapis Pasar Kanjengan untuk menggairahkan aktivitas ekonomi sekaligus mempererat kebersamaan antaranggota. Salah satunya melalui kegiatan pengajian rutin dua pekan sekali yang digelar di Lantai 3 Pasar Kanjengan, Kota Semarang.

 

Kegiatan keagamaan tersebut menghadirkan Gus Akhmad Arifin, Pengasuh Pondok Pesantren Ar-Roeworejo, Mijen, sebagai penceramah. Pengajian ini tidak hanya menjadi sarana meningkatkan keimanan, tetapi juga diharapkan mampu membangun optimisme dan semangat para pelaku UMKM serta terapis dalam mengembangkan usaha mereka.

 

Ketua Paguyuban UMKM dan Terapis Pasar Kanjengan, Bambang Sudiro, mengatakan bahwa kegiatan pengajian dan bakti sosial merupakan bagian dari upaya bersama untuk menggerakkan perekonomian pasar agar semakin ramai dikunjungi masyarakat.

 

Menurutnya, pengajian memiliki tujuan lebih luas daripada sekadar kegiatan rutin keagamaan. Melalui kegiatan tersebut, para pelaku UMKM dan terapis diharapkan semakin guyub, saling mengenal, serta mampu membangun kebersamaan dalam menjalankan aktivitas usaha.

 

“Tujuan pengajian ini agar kita, para UMKM dan terapis, bisa semakin guyub dan berjalan bersama. Apalagi, keberadaan terapis di sini sementara belum banyak dikenal masyarakat,” ungkap Bambang.

 

Ia berharap, melalui pengajian rutin dua pekan sekali, tumbuh keyakinan dan semangat baru bahwa UMKM serta terapis Pasar Kanjengan akan semakin berkembang, dikenal luas oleh masyarakat Semarang, dan mampu menarik lebih banyak pengunjung.

 

“Insyaallah, dengan kegiatan pengajian dua pekan sekali ini, kami berharap usaha para UMKM dan terapis semakin ramai, kuat, serta rezeki seluruh anggota diberikan kelancaran,” tambahnya.

 

Dalam tausiahnya, Gus Akhmad Arifin menyampaikan bahwa pengajian yang diselenggarakan para pedagang memiliki makna penting, terutama dalam menghubungkan ikhtiar ekonomi dengan pendekatan spiritual.

 

Menurutnya, menggeliatkan pasar tidak cukup hanya mengandalkan aktivitas perdagangan dan usaha semata. Para pedagang juga perlu membangun hubungan spiritual melalui doa dan permohonan kepada Allah SWT agar segala ikhtiar diberikan kemudahan, kelancaran, serta keberkahan.

 

“Intinya, pengajian ini untuk meramaikan sekaligus menggeliatkan ekonomi pasar. Para pedagang bisa menikmati hasil dari apa yang mereka usahakan. Tidak hanya berbicara urusan duniawi, tetapi juga perlu ada permohonan khusus kepada Sang Maha Hidup agar dimudahkan, dilancarkan, dan dikabulkan apa yang menjadi harapan banyak orang,” tuturnya.

 

Gus Akhmad Arifin juga memberikan apresiasi kepada para pelaku UMKM dan terapis yang tetap bertahan menjalankan usaha di tengah perkembangan teknologi dan persaingan perdagangan berbasis daring (online).

 

Menurutnya, keberadaan usaha mikro yang tetap memberikan pelayanan secara langsung kepada masyarakat merupakan bentuk semangat perjuangan dan ketekunan dalam mencari penghidupan.

 

“Saya paling senang dengan kelompok-kelompok UMKM seperti ini. Mereka tetap bertahan di tengah gempuran teknologi dan perdagangan online, tetapi masih ada yang menyediakan jasa secara langsung di tempatnya. Ini menjadi bentuk penghargaan saya terhadap jiwa-jiwa unik, para petarung dalam ikhtiar kehidupan,” ungkapnya.

 

Ia berharap kegiatan pengajian tersebut tidak berhenti sebagai agenda seremonial, melainkan terus berlangsung secara berkesinambungan dengan melibatkan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap keberadaan Pasar Kanjengan, khususnya aktivitas usaha di Lantai 3.

 

Gus Akhmad Arifin menilai, diperlukan perhatian bersama dari berbagai pemangku kepentingan agar potensi ekonomi pasar dapat terus dikembangkan. Dengan demikian, pasar tidak hanya menjadi tempat transaksi jual beli, tetapi juga menjadi ruang tumbuhnya usaha kecil, jasa pelayanan, dan sumber penghidupan masyarakat.

 

Melalui kegiatan pengajian rutin ini, Paguyuban UMKM dan Terapis Pasar Kanjengan berharap tercipta suasana pasar yang lebih hidup, harmonis, dan penuh keberkahan. Semangat kebersamaan yang dibangun melalui kegiatan keagamaan diharapkan menjadi energi positif untuk menggerakkan roda ekonomi sekaligus meningkatkan pendapatan para pedagang demi kehidupan yang lebih baik pada masa mendatang.

 

 

#BLEDEKS412.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *