SEMARANG – cyberonenews.com – Paguyuban Terapis Pasar Johar Kanjengan Semarang menggelar kegiatan sosial dan budaya dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Rangkaian kegiatan diawali dengan nikah massal yang dilaksanakan di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Semarang Tengah, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan nikah massal tersebut berlangsung lancar dan sukses tanpa kendala berarti. Sebanyak dua pasangan mengikuti prosesi pernikahan setelah seluruh persyaratan administrasi dinyatakan lengkap dan memenuhi ketentuan KUA.
Dua pasangan tersebut berasal dari wilayah Ngaliyan dan Jerakah, Kota Semarang. Salah satu pasangan merupakan duda dan janda, sedangkan pasangan lainnya merupakan pasangan yang sebelumnya belum menikah. Keduanya kini telah resmi menjadi pasangan suami istri melalui prosesi pernikahan yang dilaksanakan oleh KUA.
Ketua Panitia Nikah Massal dan Ruwatan sekaligus Ketua Paguyuban Terapis Pasar Johar Kanjengan Semarang, Bambang Sudiro, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari kepedulian paguyuban kepada masyarakat sekaligus upaya memeriahkan momentum kemerdekaan.
“Alhamdulillah, pelaksanaan nikah massal berjalan lancar. Semua persyaratan sudah terpenuhi dan kedua pasangan telah resmi melaksanakan pernikahan melalui KUA,” ujar Bambang.
Rangkaian kegiatan selanjutnya akan dilanjutkan dengan ruwatan massal pada Sabtu (29/8/2026). Acara direncanakan dimulai pukul 07.30 WIB hingga selesai dan akan dipusatkan di kawasan Pasar Johar Kanjengan Semarang.
Prosesi ruwatan tersebut rencananya akan dihadiri Wali Kota Semarang atau perwakilannya. Setelah prosesi ruwatan, kegiatan akan dilanjutkan dengan penyerahan buku nikah kepada pasangan yang telah melaksanakan nikah massal sebelumnya.
Suasana kegiatan juga akan semakin semarak dengan pertunjukan wayang ruwatan yang menampilkan dalang Ki Sentun. Selain itu, dijadwalkan pula penampilan wayang yang dibawakan oleh dalang remaja Ni Saraswati dan Kevin sebagai bagian dari upaya mengenalkan seni budaya kepada generasi muda.
Bambang mengajak masyarakat Kota Semarang untuk hadir dan menyaksikan rangkaian kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya menjadi hiburan dan pelestarian budaya, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan kembali Pasar Kanjengan kepada masyarakat luas.
“Kami ingin masyarakat tahu bahwa di Pasar Kanjengan sekarang tersedia berbagai layanan terapi dan pengobatan alternatif, seperti pijat, bekam, akupunktur dan layanan lainnya,” katanya.
Ia berharap berbagai kegiatan sosial, budaya dan pelayanan masyarakat yang digelar para terapis dapat ikut menghidupkan kembali aktivitas ekonomi di kawasan Pasar Johar Kanjengan.
“Kedepannya harapan kami adalah kemajuan Pasar Johar dan pasar ini bisa ramai kembali seperti dulu. Kalau dulu ada rewo-rewo, sekarang kami mencoba meramaikannya dengan pasar woro-woro melalui kegiatan pengobatan alternatif, pijat dan layanan lainnya,” pungkas Bambang.
Melalui kegiatan nikah massal, ruwatan dan pertunjukan wayang tersebut, Paguyuban Terapis Pasar Johar Kanjengan berharap kawasan pasar tidak hanya kembali dikenal sebagai pusat perdagangan, tetapi juga menjadi ruang kegiatan sosial, budaya dan pelayanan masyarakat di Kota Semarang.
#PUR412
