Menyambut Ramadan 1447 H, AM Jumai Ajak Perkuat Spiritualitas dan Kebersamaan untuk Semarang yang Semakin Hebat

Blog28 Dilihat

cyberonenews.com

SEMARANG – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriyah, tokoh dai dan aktivis sosial AM Jumai mengajak umat Islam untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum penguatan diri secara menyeluruh, baik sebagai hamba Allah, sebagai umat Nabi Muhammad SAW, maupun sebagai warga negara.

Menurut AM Jumai, Ramadan bukan sekadar rutinitas ibadah tahunan, melainkan madrasah spiritual yang membentuk karakter pribadi dan sosial. Ia menegaskan bahwa puasa mengajarkan keikhlasan, kesabaran, serta pengendalian diri yang berdampak langsung pada kehidupan bermasyarakat.

“Ramadan adalah ruang refleksi. Kita diajak menata kembali orientasi hidup agar tetap berada pada jalan ibadah dan pengabdian,” ujarnya di Kota Semarang, minggu (15/2/2026).

Ia menjelaskan, sebagai hamba Allah, manusia memiliki tujuan utama untuk beribadah sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an. Oleh karena itu, menyambut Ramadan perlu dilakukan dengan persiapan rohani, jasmani, dan finansial agar pelaksanaan ibadah berjalan optimal.

Persiapan rohani dapat dilakukan dengan memperbanyak taubat, memperbaiki niat, dan meningkatkan kualitas ibadah. Sementara itu, persiapan jasmani dilakukan dengan menjaga kesehatan, serta persiapan finansial diarahkan untuk memperkuat kepedulian sosial melalui sedekah dan berbagi kepada sesama.

Sebagai umat Nabi Muhammad SAW, lanjutnya, Ramadan juga menjadi momentum meneladani akhlak Rasulullah. Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga lisan, sikap, serta perilaku agar tetap santun dan penuh empati.

Ia menilai, peran ulama, ustaz, dan tokoh masyarakat di Kota Semarang sangat strategis dalam membangun kesadaran keagamaan umat. Berbagai kegiatan seperti tarhib Ramadan, kultum, kajian keislaman, pesantren Ramadan, hingga i’tikaf di masjid perlu dioptimalkan sebagai sarana penguatan iman dan ukhuwah.

Lebih jauh, AM Jumai menekankan bahwa Ramadan juga harus melahirkan kontribusi nyata bagi kehidupan kebangsaan. Umat Islam diharapkan mampu menjaga suasana yang kondusif, damai, dan produktif selama bulan suci.

Menurutnya, tidak boleh ada gesekan antara masyarakat dan pemerintah maupun antarorganisasi kemasyarakatan. Setiap elemen memiliki peran masing-masing yang saling melengkapi dalam pembangunan kota.

Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antarormas di Kota Semarang. Sinergi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan dinilai menjadi kekuatan besar dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Komitmen tersebut, katanya, telah diperkuat melalui Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2023 tentang Pemberdayaan Ormas yang lahir dari komunikasi antara Forum Komunikasi Ormas Semarang Bersatu (FKSB), Kesbangpol, dan DPRD Kota Semarang.

Menutup pernyataannya, AM Jumai mengajak seluruh masyarakat menjadikan Ramadan 1447 H sebagai titik kebangkitan spiritual dan sosial. “Mari kita sambut Ramadan dengan kegembiraan, memperbaiki diri sebagai hamba, menguatkan diri sebagai umat, serta berkontribusi sebagai warga negara demi Kota Semarang yang semakin hebat, rukun, dan guyub,” pungkasnya.

bled3Ks412

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *