Masjid At-Taqwa Sekayu: Merawat Warisan Peradaban, Menguatkan Dakwah Menuju Indonesia Emas 2045

Blog6 Dilihat

SEMARANG – cyberonenews.com – Masjid At-Taqwa Sekayu bukan sekadar bangunan tempat ibadah, tetapi juga merupakan jejak penting peradaban Islam di Kota Semarang yang harus dijaga, dirawat, dan dimakmurkan bersama.

Berdasarkan data Sistem Informasi Masjid Kementerian Agama, Masjid At-Taqwa Sekayu yang berlokasi di Jalan Sekayu Masjid, Kecamatan Semarang Tengah, tercatat sebagai salah satu masjid bersejarah di Kota Semarang. Dalam profil sejarahnya disebutkan bahwa masjid ini telah berdiri sejak abad ke-15 dan diyakini sebagai salah satu masjid tertua di kota tersebut.

Sejumlah kajian sejarah juga menyebutkan bahwa Masjid Sekayu atau Masjid At-Taqwa diperkirakan telah berdiri sekitar tahun 1413 M. Jika merujuk pada perkiraan tersebut, usia masjid ini bahkan lebih tua dibandingkan Masjid Agung Demak yang diperkirakan dibangun sekitar tahun 1420 M. Keberadaannya memiliki keterkaitan erat dengan proses penyebaran Islam di pesisir utara Pulau Jawa serta tradisi dakwah para wali dalam membangun peradaban Islam di Nusantara.

Karena itu, menjaga Masjid At-Taqwa Sekayu bukan hanya melestarikan bangunan bersejarah, melainkan juga menjaga identitas, nilai-nilai, dan marwah dakwah Islam di Kota Semarang. Masjid ini diharapkan terus menjadi rumah besar umat, tempat bertemunya ibadah, pendidikan, ukhuwah, serta pengabdian kepada masyarakat.

Sebagai bagian dari upaya memakmurkan masjid, pada Ahad, 26 Juli 2026 pukul 16.00 WIB diselenggarakan Pengajian GERBUMAS TAKAYU (Gerakan Ibu-Ibu Masjid At-Taqwa Sekayu). Kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah untuk menghidupkan kembali aktivitas dakwah dan pembinaan umat di lingkungan Masjid At-Taqwa Sekayu.

Pengajian menghadirkan Dr. H. KRAT AM Jumai, S.E., M.M., Ketua LDK PWM Jawa Tengah sekaligus Ketua Forum Komunikasi Ormas Semarang Bersatu (FKSB) Kota Semarang, yang menyampaikan materi bertema “Aqidah dan Urgensinya bagi Penguatan Anak Menuju Indonesia Emas 2045.”

Dalam ceramahnya, AM Jumai menegaskan bahwa membangun Indonesia Emas 2045 harus dimulai dari penguatan akidah, pembinaan keluarga, serta pendidikan generasi penerus.

“Membangun bangsa yang maju harus dimulai dari penguatan akidah, pembinaan keluarga, serta pendidikan generasi penerus. Masjid harus menjadi pusat pembinaan umat yang hidup setiap hari, bukan hanya ramai saat salat Jumat atau bulan Ramadan,” ujarnya.

Ia menambahkan, masjid memiliki peran strategis sebagai pusat dakwah, pendidikan anak dan remaja, pemberdayaan ekonomi umat, penguatan ketahanan keluarga, serta pembinaan generasi muda yang berakhlak mulia.

AM Jumai juga mengajak seluruh elemen umat Islam untuk bersama-sama memakmurkan Masjid At-Taqwa Sekayu. Menurutnya, kekuatan Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, baik secara kultural maupun struktural, merupakan modal besar dalam menjaga dan mengembangkan masjid bersejarah tersebut.

“Perbedaan pendekatan dakwah tidak seharusnya mengurangi semangat ukhuwah Islamiyah. Yang harus dikedepankan adalah kebersamaan dalam memakmurkan masjid, memperbanyak jamaah, serta menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap ajaran Islam,” katanya.

Ia berharap Masjid At-Taqwa Sekayu terus berkembang menjadi pusat dakwah, pusat ilmu pengetahuan, pusat peradaban, sekaligus pusat persatuan umat Islam di Kota Semarang.

“Merawat masjid berarti merawat sejarah. Memakmurkan masjid berarti membangun masa depan. Semoga dari masjid tua yang penuh berkah ini lahir generasi Qurani, generasi Rabbani, dan generasi pemimpin Indonesia Emas 2045 yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, serta mampu menjaga persatuan dan keutuhan bangsa. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin,” pungkas AM Jumai.

(#PUR412.)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *