MAGELANG – cyberonenews.com – Babak baru Lindu Aji resmi dimulai dari kawasan Candi Borobudur. Sosok berlatar belakang militer, Fauka Noor Farid, dipercaya menjadi Ketua Dewan Pembina DPP Lindu Aji periode 2026–2031.
Pengukuhan kepengurusan baru tersebut berlangsung di Taman Lumbini, kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, dalam sebuah gelaran yang memadukan konsolidasi organisasi, aksi sosial, dan pesta kebudayaan Nusantara.
Di jajaran eksekutif, Erik Agus Susanto resmi dikukuhkan sebagai Ketua Umum DPP Lindu Aji. Ia didampingi Nanang Setyono, SH., MH. sebagai Sekretaris Jenderal.
Nama Fauka Noor Farid bukan sosok asing dalam pemberitaan mengenai dunia militer. Ia memiliki latar belakang militer dan pernah dikaitkan dengan Tim Mawar Kopassus. Kini, ia dipercaya berada di posisi Ketua Dewan Pembina Lindu Aji untuk periode lima tahun mendatang.
Masuknya Fauka ke posisi strategis tersebut menandai fase baru konsolidasi organisasi. Di bawah kepemimpinan Erik Agus Susanto, Lindu Aji membawa kepengurusan baru untuk menjalankan roda organisasi hingga 2031.
Namun pengukuhan kali ini bukan sekadar seremoni pergantian kepengurusan.
Dari panggung organisasi, perhatian juga diarahkan kepada masyarakat. Sebanyak 250 anak yatim piatu dan anak kurang mampu menerima bantuan dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Suasana kemudian berubah menjadi pesta budaya. Penampilan Ndarboy Genk, puluhan tarian daerah, hingga keterlibatan ribuan penari Jathilan dan Reog membuat kawasan Taman Lumbini bergemuruh.
Sebanyak 30 tarian daerah ditampilkan sebagai bagian dari upaya mengangkat kekayaan budaya Nusantara. Tradisi lokal bertemu dengan panggung hiburan dalam satu perhelatan besar Lindu Aji.
Kemeriahan semakin lengkap dengan kehadiran Cak Percil dan kawan-kawan yang memandu jalannya acara sekaligus menghidupkan suasana di tengah ribuan peserta dan masyarakat yang hadir.
Penggabungan pengukuhan organisasi, kepedulian sosial, dan pertunjukan budaya tersebut menjadi warna tersendiri dalam perjalanan Lindu Aji. Pesan yang dibawa adalah bahwa konsolidasi organisasi tidak berhenti pada struktur kepengurusan, tetapi juga diwujudkan melalui kegiatan yang menyentuh masyarakat dan kebudayaan.
Kini, Erik Agus Susanto bersama Nanang Setyono, SH., MH. mendapat mandat menjalankan roda DPP Lindu Aji periode 2026–2031. Di belakangnya, Dewan Pembina dipimpin Fauka Noor Farid.
Lima tahun ke depan menjadi fase baru bagi Lindu Aji—memperkuat konsolidasi, membangun profesionalisme organisasi, sekaligus memperluas kiprah sosial dan kebudayaan di tengah masyarakat.
(PUR412.)






