Dr. Budiyono Kritik Gaya Komunikasi Direktur SDM PTPN I, Soroti Dugaan Upaya Memecah Belah

Blog9 Dilihat

SEMARANG – cyberonenews.com – Polemik di lingkungan PT Perkebunan Nusantara I (Persero) kembali menjadi sorotan. Dr. Budiyono, S.H., M.H., CPM, menyampaikan kritik terhadap gaya komunikasi Siwi Peni selaku Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) PTPN I yang menurutnya perlu mendapat perhatian serius.

Budiyono menilai, cara penyampaian yang terdengar lembut tidak selalu mencerminkan substansi persoalan yang disampaikan. Menurut dia, komunikasi yang tidak utuh, terlebih apabila disertai informasi yang dinilai merugikan pihak tertentu, berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan memperburuk hubungan antarpihak.

“Menurut saya, justru yang perlu diperhatikan adalah cara berkomunikasi. Gaya yang terlihat lembut, tetapi apabila di dalamnya terdapat penyampaian yang memburuk-burukkan pihak lain, maka dampaknya bisa memecah belah,” tegas Budiyono.

Ia menegaskan, kritik tersebut merupakan pandangan pribadinya berdasarkan persoalan yang sedang dihadapinya. Budiyono meminta agar informasi mengenai dirinya maupun perjuangannya yang berkaitan dengan hak-hak karyawan PTPN tidak disampaikan secara sepihak tanpa melihat fakta dan konteks persoalan secara utuh.

Budiyono juga membantah anggapan bahwa dirinya memperjuangkan persoalan karyawan karena memiliki kepentingan untuk memperoleh jabatan di lingkungan PTPN I. Ia menegaskan bahwa masa pengabdiannya di lingkungan PTPN telah berakhir pada 1 Juli 2026.

“Kalau kemudian perjuangan saya dikaitkan dengan keinginan mendapatkan jabatan, itu tidak benar. Pengabdian saya sudah selesai. Saya sekarang menjalankan profesi saya sebagai advokat,” ujarnya.

Menurut Budiyono, keterlibatannya dalam berbagai persoalan yang menyangkut hak karyawan dilakukan berdasarkan kapasitas dan keahliannya sebagai advokat. Ia menilai, setiap persoalan semestinya ditempatkan dalam koridor profesional dan hukum, bukan dibangun melalui opini yang berpotensi memperhadapkan satu pihak dengan pihak lainnya.

“Jangan sampai komunikasi yang tidak utuh kemudian membuat orang saling curiga, saling menyalahkan, bahkan terpecah. Kalau ada persoalan, mari disampaikan berdasarkan fakta dan bukti,” kata Budiyono.

Ia juga mengingatkan seluruh pihak agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Menurutnya, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar, tetapi penyelesaiannya harus dilakukan melalui komunikasi terbuka, mekanisme profesional, serta ketentuan hukum yang berlaku.

Budiyono berharap manajemen PTPN I dapat membangun komunikasi internal yang sehat dan proporsional. Menurut dia, komunikasi yang baik penting untuk menjaga hubungan kerja sekaligus mencegah munculnya kesan adanya upaya mempertentangkan pihak-pihak tertentu di lingkungan perusahaan.

Ia menekankan bahwa persoalan yang menyangkut hak karyawan seharusnya dibahas berdasarkan data, dokumen, dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, tidak ada pihak yang dirugikan akibat informasi yang tidak lengkap atau kesimpulan yang terbentuk sebelum persoalan diperiksa secara menyeluruh.

“Saya berharap semuanya dikembalikan kepada fakta. Jangan memburuk-burukkan seseorang hanya untuk membangun persepsi tertentu. Kalau itu terjadi, dampaknya bukan hanya kepada individu, tetapi juga dapat memecah hubungan di lingkungan perusahaan,” pungkas Dr. Budiyono, S.H., M.H., CPM.

#PUR412

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *