Demo Rasa Pilkada di DPRK Raja Ampat, Diduga Masa Bayaran

Blog240 Dilihat

RAJA AMPAT, CYBER ONE NEWS – Wajah-wajah para pendemo di DPRK Raja Ampat sudah tidak asing lagi di Waisai, mereka diketahui terafiliasi dengan partai yang mendukung kandidat tertentu yang kalah pada Pilkada kabupaten Raja Ampat tahun 2024, publik menilai mereka adalah masa bayaran yang diorder juga sebagai bentuk pelampiasan mereka akibat kekalahan pada pesta demokrasi tersebut.

Sekitar lima puluhan orang mengatasnamakan aliansi peduli birokrasi demokrasi kabupaten Raja Ampat, APBD, melakukan aksi demontrasi di kantor DPRK Raja Ampat, Senin, 15 September 2025, mereka menuntut Yusuf Salim agar dicopot dari jabatan Sekda Raja Ampat.

APBD mendesak DPRK Raja Ampat agar melakukan pleno pencopotan Yusuf Salim sebagai Sekda akibat diberhentikannya sementara Nyoman Sari Buana dari jabatan kepala BPKSDM kabupaten Raja Ampat untuk tujuan pemeriksaan yang kemudian dijabat Yusuf Salim sebagai Plh. Mereka menilai SK Bupati Raja Ampat tentang pembebasan tugas sementara Nyoman Sari Buana adalah rekayasa yang dilakukan oleh Yusuf Salim dan Kabag Ortala Riko U. karena terdapat banyak kejanggalan dalam SK tersebut.

Namun aksi demo yang dilakukan oleh APBD kemudian mengatasnamakan perwakilan dari Waigeo, Batanta, Salawati dan Misool, mendapat kritikan pedas dari publik. APBD dinilai merupakan masa bayaran karena aksi mereka tidak murni merupakan perwakilan masyarakat Raja Ampat, wajah-wajah mereka sudah tidak asing lagi di Waisai karena terafiliasi dengan partai dan kandidat tertentu yang kalah pada Pilkada Raja Ampat tahun 2024.

Akun anonim di Pilkada Raja Ampat menyebut aksi demo merupakan masa bayaran ” Ingat e,,, tong demo sama-sama jadi uang yg Dong kasi itu Kam bagi akan sama rata untuk tong semua, brani tarada ini nanti tong baku bongkar yo. Anonim 814 menyoroti tentang Pilkada ” Kemarin waktu AFU pimpin itu kenapa kamong tidak kasi turung dia ( Yusuf Salim )? Kalau su kalah di Pilkada itu badiam, kalian demo sampai “g..i ” takupas dobol dobol juga nanti Trada hasil “.

Aksi demo APBD ke DPRK Raja Ampat diduga disponsori oleh Nyoman Sari Buana karena turut hadir di aksi demo, dari pantauan di lapangan para pendemo berkumpul di salah satu penginapan di Kimindores milik keluarga Nyoman ketika sebelum dan sesudah aksi demo, demo ini tidak murni dari masyarakat Raja Ampat tapi by order. ( har )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *