Bediang Maut di Desa Bopong, Bara Kecil Hanguskan Dua Rumah

Blog115 Dilihat

 

cyberonenews.com

GROBOGAN – Malam yang biasanya senyap berubah jadi kepanikan. Selasa 21 April 2026, pukul 22.30 WIB, warga Dusun Bopong, Desa Kandangan, Purwodadi, Grobogan, dikejutkan kobaran api yang melumat rumah Bpk. Suwardi.

Api diduga dipicu _perapian_ atau _bediang_ yang ditinggal menyala. Bara kecil itu menyambar tumpukan jerami kering di sekitar rumah. Dalam hitungan menit, api membesar tak terkendali.

“Anginnya kencang. Begitu kena jerami langsung melompat ke atap,” kata seorang saksi warga yang ikut memadamkan.

 

2 Rumah Ludes, Api Menari di Atap.

Amukan si jago merah tak berhenti di satu rumah. Kobaran merambat cepat, melahap rumah kedua di sampingnya. Atap seng berguguran, kayu tua berderak, lalu roboh dilalap api.

Warga berhamburan dengan ember, selang, dan alat seadanya. Jerit panik bercampur teriakan minta tolong memecah malam Bopong. Mobil pemadam tiba saat api sudah meluas, menyisakan puing menghitam dan kepulan asap tebal.

 

Nihil Korban Jiwa, Kerugian Belum Dihitung.

Beruntung, tidak ada korban jiwa. Pemilik rumah dan keluarga berhasil menyelamatkan diri. Namun harta benda ludes. Dua bangunan rumah tinggal kerangka arang. Kerugian materi belum ditaksir.

 

Warga Diimbau Waspada Bediang dan Jerami.

Peristiwa ini jadi peringatan keras. Warga diminta ekstra hati-hati membuat perapian, apalagi di dekat tumpukan jerami saat musim kemarau. “Bara kecil plus jerami kering itu kombinasi maut. Api bisa lompat dalam detik,” kata petugas yang di lokasi.

Hingga Rabu dini hari, warga masih berjaga di puing rumah, memastikan tidak ada bara yang menyala kembali.

 

(Darmanto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *