Serasehan Dan Ngaji Pancasila di Rumah Walikota Semarang Perkuat Toleransi dan Wawasan Kebangsaan

Blog, Serba serbi41 Dilihat

SEMARANG – cyberonenews.com – Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila, Forum Kiai Santri Pancasila (FKSP) bekerja sama dengan Pemerintah Kota Semarang menggelar kegiatan Sarasehan dan Ngaji Pancasila dengan tema “Memaknai Hari Lahir Pancasila untuk Meningkatkan Toleransi dan Wawasan Kebangsaan”. Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid tersebut berlangsung di Rumah Wali Kota Semarang, Jalan Watu Kaji, Gedawang, pada Senin malam (1/6/2026).

Acara diawali dengan registrasi para undangan yang berasal dari berbagai unsur masyarakat, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, akademisi, serta perwakilan pemerintah daerah. Suasana keakraban tampak terjalin dalam sesi makan malam bersama sebelum memasuki rangkaian acara inti.

Memasuki acara pembukaan, seluruh peserta berdiri khidmat untuk menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan kepada bangsa dan negara. Semangat kebangsaan semakin terasa saat seluruh peserta mengikuti rangkaian acara dengan penuh antusias.

Selanjutnya dilakukan pembacaan Teks Pancasila yang dibacakan oleh Ketua FKUB Kota Semarang. Momen tersebut menjadi pengingat akan pentingnya nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar negara sekaligus pedoman hidup berbangsa dan bernegara di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Kegiatan yang diprakarsai oleh FKSP ini mendapat dukungan penuh dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Semarang, Kesra Kita Semarang, TU Kota Semarang dan jajaran lain nya. Sinergi antara organisasi masyarakat dan pemerintah daerah diharapkan mampu memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu rangkaian yang menjadi perhatian peserta adalah doa lintas agama yang dipimpin oleh KH. Drs. Ulin Nuha, M.M. dan didampingi para tokoh lintas agama serta penghayat kepercayaan. Mereka terdiri dari Pdt. Yermia Suprayitno, S.Th., M.Ag. mewakili Kristen, Romo Warto mewakili Buddha, Hermanus Johanes Rusyadi mewakili Katolik, I Nengah Wirta Darmayana mewakili Hindu, Ws. Andi Gunawan, S.T., M.Pd., Gr. mewakili Khonghucu, serta Arifin mewakili penghayat kepercayaan.

Wali Kota Semarang dalam sambutannya menyampaikan bahwa Hari Lahir Pancasila merupakan momentum penting untuk memperkuat persatuan, menjaga kerukunan, serta meningkatkan semangat gotong royong di tengah masyarakat yang majemuk. Pancasila harus terus diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Acara dilanjutkan dengan Sarasehan dan Ngaji Pancasila yang dimoderatori oleh K.H. A. Robani Albar, S.H., M.H. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari berbagai agama dan kepercayaan sebagai wujud nyata semangat dialog kebangsaan yang inklusif. Para pemateri yang hadir antara lain Arifin dari unsur penghayat kepercayaan, Ws. Andi Gunawan, S.T., M.Pd., Gr. dari Khonghucu, I Nengah Wirta Darmayana dari Hindu, Hermanus Johanes Rusyadi dari Katolik, Romo Warto dari Buddha, Pdt. Yermia Suprayitno, S.Th., M.Ag. dari Kristen, serta Abah Ali Shodikin dari Islam.

Melalui kegiatan Sarasehan dan Ngaji Pancasila ini, diharapkan seluruh elemen masyarakat semakin memahami pentingnya toleransi, saling menghormati perbedaan, serta memperkuat wawasan kebangsaan. Semangat Pancasila yang menjadi perekat persatuan bangsa diharapkan terus tumbuh dan menjadi landasan dalam menjaga keharmonisan serta kondusivitas Kota Semarang.

#pur412

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *