Rikman Budiman, S.Pd : “Semua Akan Indah Pada Waktunya”

Nasihat Seorang Tuan Guru Tentang Sabar Menahan Diri dan Kepercayaan

Blog, Serba serbi126 Dilihat

 

Cyberonenews.com

RAJA AMPAT – Nasihat Seorang Tuan Guru Tentang Sabar Menahan Diri Dan Kepercayaan.

” Masyarakat Raja Ampat harus bisa lebih menahan diri sampai birokrasi tertata dengan baik agar semua kebutuhan dasar masyarakat dapat terlayani dengan baik ” kata Tuan Guru, Rikman Budiman S.Pd, di Waisai, Kamis, 4 Mei 2026.

Hal ini dikatakan Rikman Budiman berkaitan dengan penataan birokrasi pemerintah kabupaten Raja Ampat yang sedang berjalan pasca pelantikan Bupati Orideko Burdam dan Wakil Bupati Mansur Syahdan, 20 Pebruari 2025.

Sebagai mantan kepala sekolah dan pengawas yang telah pensiun sebagai ASN dan kini mengabdi sebagai PSW YPK, naluri seorang guru yang melekat pada dirinya tak pernah pensiun untuk mengajar, jika dulu mengajar di dalam ruang kelas, sekarang mengajar di ruang public untuk terus membina dan memberikan pencerahan kepada masyarakat Raja Ampat yang sebagian besar adalah anak-anak didiknya.

Menurut Rikman, pemerintah merupakan organisasi tata laksana sebuah negara pada tingkat pusat hingga kampung-kampung untuk melayani kepentingan masyarakatnya, dan salah satu kuncinya adalah menata managemen birokrasi dengan menempatkan personal pada bidang dan kemampuannya masing-masing ( the right man on the right place ) serta membangun sistim pemerintahan yang sesuai dengan kebutuhan berbasis kondisi social budaya masyarakatnya. Oleh sebab itu, Rikman Budiman berharap masyarakat Raja Ampat harus bisa lebih menahan diri sampai birokrasi tertata dengan baik.

“ Saya hanya mau katakan disini bahwa masyarakat Raja Ampat harus lebih menahan diri dan bersabar sampai birokrasi tertatah dengan baik agar semua kebutuhan dasar masyarakat terlayani dengan tidak menimbulkan komplain di setiap OPD yang ada dalam pemerintahan di kemudian hari “.

Tuan guru Rikman yang menghabiskan masa hidupnya menjadi guru di Raja Ampat, juga mengajarkan kita bahwa bahwa sebagai seorang Bupati tentu Orideko Burdam sangat berhati-hati dalam mengambil keputusan dan hal ini di anggap oleh sebagian orang adalah merupakan ketidak mampuan beliau dalam mengelola pemerintahan walaupun yang sesungguhnya tidaklah demikian, karena ketika seorang pemimpin meletakan kepala di atas pembaringannya sampai Ia mengangkat kepala di esok hari, pertama yang di pikirkan bukan pendamping hidupnya atau anak-anaknya melainkan arah kebijakan dan kematangan dalam mengelola pemerintahannya agar setiap program dapat menyentuh kebutuhan dasar rakyat yang dipimpinnya, dan inilah yang dikerjakan oleh Bupati Orideko Burdam.

Oleh sebab itu, Tuan guru asal Sangihe Talaud ini yakin dan percaya bahwa “ Semua akan indah pada waktunya “

(Joris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *