Cyberone News. Com
BALIKPAPAN – PT Bugis China Indonesia ( PT Buchindo ) dibawah kepemimpinan Ceo Abu Bakar Adz Shihab, telah menggandeng para investor yang tergabung dalam Asosiasi Kamar Dagang Hainan China untuk menjajaki kerja sama di bidang industri, di kota Balikpapan,
Hal ini dibuktikan dengan diterimanya para delegasi oleh Walikota H. Rahmad Mas’ud dan Wakil Walikota kota Balikpapan Bagus Susetyo, pada (5/1) di balaikota baru-baru ini
Dalam pertemuan ini para investor menyampaikan berbagai bentuk bisnis yang akan mereka kembangkan di kota Balikpapan seperti usaha pengelolaan hasil tambang, pergudangan, property dan juga industry termasuk dalam bidang perkapalan maupun perminyakan, karena itulah mereka meminta kepada Walikota Balikpapan untuk memberikan dukungan dalam usaha tersebut terutama dalam hal perizinan.
Walikota Rahmad menyambut baik dengan rencana investasi yang akan dilakukan oleh para pengusaha China tersebut karena kota Balikpapan adalah kota jasa yang salah satu sumber pemasukannya dari aktivitas bisnis maupun perdagangan.
“Kami akan bantu dan memberikan peluang sebesar-besarnya untuk berinvestasi di kota Balikpapan,” kata Rahmad.
Menurut Rahmad minat investasi tersebut dinilai sebagai peluang positif, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja baru bagi Masyarakat sebab kota Balikpapan tidak memiliki areal tambang maupun eksplorasi migas yang ada kilang pengolaan migas, maka menjadi peluang untukj berinvestasi di kota Balikpapan.
Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota H. Rahmad Mas’ud, didampingi Wakil Wali Kota H. Bagus Susetyo serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah terkait, antara lain Bappeda, BKAD Bidang Aset, Bagian Kerja Sama, Bagian Ekonomi, dan Perumda Manuntung Sukses.
Sementara dari pihak pengusaha Hainan hadir sejumlah perwakilan, di antaranya Hua Xin Yan, Zhao Si Ying, Tao She Xin, Zhang Song Kai, Lin Tao, Gao Xiang, Lin Jia Shi, Liao Jia Yi, Huang Zhi Gang, Lu Keming, Yang Jie, serta perwakilan mitra di Indonesia.
Perlu diketahui bahwa kelompok Kadin Provinsi Hainan sudah memiliki kantor perwakilan di Jakarta, untuk mengakomodasi kepentingan pengusaha mereka berinvestasi di Indonesia. Salah satu daerah yang menarik perhatian mereka adalah Balikpapan, karena memiliki pelabuhan dan akses yang sangat mendukung.Apalagi dengan status Pelabuhan bongkar muat yang ada bisa memudahkan dalam memobilisasi barang.
“ Pada prinsipnya kami siap menerima dan memfasilitasi investasi yang masuk, selama memberikan manfaat bagi daerah,” ujar Rahmad dan meminta kepada jajarannya untuk melayani para investor tersebut dengan baik.
Salah satu rencana yang dibahas adalah pemanfaatan aset milik Pemkot Balikpapan di Kawasan industry Kariangau, untuk pembangunan warehouse berskala besar yang akan difungsikan sebagai kawasan manufaktur dan juga Pembangunan pabrik dan aktivitas industry.
Namun demikian, Rahmad menegaskan bahwa realisasi investasi tersebut masih memerlukan proses dan kajian mendalam, terutama terkait aspek legalitas dan tata kelola aset daerah. Sebab, pihak Pemerintah Kota Balikpapan tidak mau gegabah memberikan hak pakai lahan dan asset negara kepada pihak swasta, perlu kajian hukum yang dalam sebelum mengeluarkan kebijakan.
Pemanfaatan aset pemerintah lanjut Rahmad harus melalui mekanisme yang sesuai regulasi, termasuk kemungkinan kerja sama melalui skema HPL, BOT, atau pengelolaan melalui Perumda, yang tentu memerlukan persetujuan DPRD.
Rahmad juga mengingatkan bahwa Kerjasama ini tidak hanya membuka peluang kerja sama dengan Pemerintah Kota, tetapi juga mendorong pola business to business antara pihak swasta, sepanjang sesuai aturan dan memberi nilai tambah bagi daerah.Karena pihak swasta di Balikpapan juga memiliki modal dan peluang untuk mengembangan usaha tersebut dan bekerjasama dalam pengembangannya.
Dalam kesempatan tersebut H. Abu yang akrab disapa, didampingi oleh Wiwik Karyadi mewakili pihak kamar dagang Hainan China optimis bahwa kerja sama ini akan terwujud dan diharapkan akan memberikan nilai positif bagi kemajuan kota Balikpapan yang menjadi salah satu penopang Ibukota Negara ( IKN)
“Kami dari pihak swasta siap bekerjasama dengan para pengusaha dari China tersebut,” ujar H.Abu yang selama ini dikenal sebagai pengusaha sukses Kalimantan Timur.
Dirinya menyampaikan bahwa pihaknya juga sudah siap dengan lahan yang dibutuhkan oleh para investor karena sudah ada ratusan hektar lahan yang sudah disiapkan guna dilakukan Kerjasama dengan pihak investor China tersebut.
Karena itulah H.Abu optimis kedepannya perekonomian di kota Balikpapan dan sekitarnya bisa bergerak dan meningkat dengan adanya Kerjasama bisnis dengan para pengusaha dari China sebab dengan dilibatkannya pengusaha local seperti dirinya dan juga ada H.Syahril dari PT Anugrah Group, maka jalannya investasi dari luar ini bisa berjalan dengan lancer dan aman.
“Kami siap menyediakan apa yang diperlukan oleh para ivestor tersebut,” tandas H.Abu. (are)






