GROBOGAN, cyberone news,com – Ustadz M. Mahfud Amin mengajak ratusan siswa SMA Muhammadiyah Purwodadi (SMAMPUR) untuk memulai tren puasa gadget sebagai metode efektif cara mengendalikan diri selama bulan Ramadhan 2026, pada hari senin (9/3/2026).
Langkah ini menjadi solusi bagi generasi muda agar tidak terjebak dalam durasi scrolling media sosial yang berlebihan saat menjalankan ibadah.
Ustadz M. Mahfud Amin menyampaikan pesan tersebut dalam agenda Kultum Ramadhan di Ruang Multimedia SMAMPUR. Ia menyoroti fenomena anak muda yang sering kesulitan mengendalikan diri dari penggunaan gawai yang berlebihan.
“Bukan hanya lapar, tetapi menahan diri dari handphone. Scrolling TikTok, Scrolling Instagram, Scrolling youtube. Tanpa sadar satu jam lewat, dua jam lewat,” ujar Ustadz M. Mahfud Amin saat memberikan materi di hadapan para siswa.
Tips Ramadhan: Memulai Puasa Gadget.
Menurutnya, esensi puasa adalah latihan mengendalikan diri dari segala hal yang berlebihan. Oleh karena itu, ia mengajak para siswa untuk mencoba latihan kecil berupa puasa gadget selama bulan suci ini.
Aksi ini bukan berarti melarang penggunaan teknologi secara total. Namun, langkah ini bertujuan agar setiap individu mampu mengontrol waktunya dengan lebih bijak.
“Mungkin kita bisa membuat latihan kecil di bulan Ramadhan: saat kita berpuasa, kita juga ‘berpuasa dari scrolling media sosial’,” lanjutnya menekankan pentingnya manajemen waktu.
Cara Mengendalikan Diri Melalui Puasa.
Selanjutnya, beliau menjelaskan bahwa jika seseorang mampu menahan haus dan lapar selama 13 jam, maka mengendalikan durasi penggunaan media sosial seharusnya menjadi hal yang mungkin dilakukan.
Selain melatih kesabaran, aktivitas ini juga melatih aspek keikhlasan. Sebab, ibadah puasa merupakan hubungan personal yang sangat privasi antara hamba dengan Sang Pencipta.
“Puasa itu untuk-Ku, dan Aku sendiri yang akan membalasnya,” ucapnya mengutip sebuah hadits qudsi untuk menggambarkan betapa istimewanya ibadah ini di mata Allah.
Manfaat Puasa Gadget untuk Karakter Siswa.
Sebagai penutup, beliau berharap agar Ramadhan tahun ini menjadi momentum perubahan karakter bagi seluruh civitas akademika. Dengan mengurangi durasi scrolling, siswa memiliki waktu lebih banyak untuk membaca Al-Qur’an dan membantu orang tua.
Hal ini sejalan dengan tujuan utama puasa sebagai perisai bagi diri manusia. Dengan demikian, Ramadhan tidak hanya menyisakan rasa lapar, tetapi benar-benar membentuk pribadi yang lebih tangguh dan ikhlas.
(Darmanto)
