Paguyuban Spiritual Jawi ( PSJ ) Gelar Tasyakuran Sambut Malam 1 Suro 1960 Tahun Saka 1448 H/ 2026 M

Adat, Blog38 Dilihat

Cyberone news.com

Demak – Keluarga Besar Paguyuban Spiritual Jawi (PSJ)Nguri – nguri Budoyo Leluhur pimpinan Mbah Puji Suroso,dengan panggilan kerennya ( Mbah Roso ) menggelar Tasyakuran dan doa bersama pada hari Selasa Wage malam 1 Suro 1960 tahun Saka,2 Muharam 1448 Hijriah,16 Juni 2026 Masehi yang beralamat di Dukuh Ngemplak RT.02 RW.04 Desa Jleper,Kecamatan Mijen,Kabupaten, Selasa (16/6/2026) pukul 20.00 WIB.

Acara malam 1 Suro 1960 Tahun saka atau 1 Muharam 1448 H dengan me-agendakan ke depannya pembentukan Divisi Paguyuban Spiritual Jawi ( PSJ ).Kegiatan spiritual dengan Wedar Sabdo Tigo Kanuragan yang berupa antara lain :

1. Ajian Kalacokro (sebagai perisai diri )

2. Ajian Jala Sutro ( untuk menarik aura dan mistik )

3. Ajian Mega Mendung ( kegunaan untuk menghalau angin dan hujan )

Acara Wedar Sabdo Tigo Kanuragan ini,dihadiri para tamu undangan spiritual dan supranatural dari berbagai wilayah,baik dari wilayah lokal Kabupaten Demak sendiri,Jepara,Kudus, Rembang,Purwodadi,Semarang,Solo,Batang, Pekalongan, Banjarnegara,Tuban, Pasuruan,malang, Yogyakarta,Cirebon,dan Blitar.

Tamu undangan yang hadir lebih dari 200 orang lebih diantaranya :Ketua Spiritual se Jawa Tengah,anggota Spiritual Jawi dari berbagai daerah,Beberapa kepala desa,mantan kepala desa,Tokoh Agama,Tokoh Masyarakat,tetangga dan tamu undangan lainnya sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas berbagai nikmat yang telah diberikan,sekaligus memohon keselamatan,keberkahan,dan perlindungan dari segala musibah serta bencana.

Malam 1 Muharam 1960 tahun saka yang bertepatan dengan 16 Juni 2026 merupakan pergantian tahun baru dalam kalender Jawa Islam.Tradisi malam 1 Suro yang telah berlangsung masa Sultan Agung pada abad ke XVII dikenal sebagai malam yang sarat spiritual dan refleksi diri.

Mbah Puji Suroso yang dipanggil akrabnya Mbah Roso selaku Ketua Spiritual Jawi dalam sambutannya menyampaikan, rangkai kegiatan ini digelar untuk doa bersama sebagai wujud introspeksi diri dan ikhtiar memperbaiki kehidupan di masa mendatang.Acara kemudian dilanjutkan makan bersama sebagai ungkapan rasa syukur atas rezeki dan berbagai kenikmatan yang telah kita terima,tuturnya.

Ia menegaskan,bahwa organisasi Paguyuban Spritual Jawi ini,tidak memungut iuran sama sekali dari anggota,namun bagi bagi yang ikhlas bersedekah akan dikumpulkan menjadi uang kas yang akan pergunakan kalau ada kegiatan.

” Dan menjadi seorang ketua atau pemimpin,harus bertanggung jawab terhadap anggotanya,bermoral dan beradab,komitmen dalam berbicara,ngayomi,dan siap menerima kritik dan saran dari anggota”,ungkapnya.

Acara tasyakuran selesai dan dilanjutkan dengan mandi bersama seluruh anggota yang hadir dengan menggunakan 3 mobil pribadi dan Pik Up.Sedangkan yang lain naik sepeda motor bersama – sama menuju di Pantai Teluk Awur Jepara untuk membersihkan diri baik dari dalam diri sendiri maupun dari luar diri sambil menerima gemblengan dan olah Kanuragan Ajian Kalacokro,Ajian Jala Sutro,dan Ajian Mega Mendung yang akan diberikan oleh para sesepuh Paguyuban Spiritual Jawi”tandasnya

Dari serangkaian acara tasyakuran,doa bersama,dan mandi dilaut sambil olah Kanuragan,pengurus dan anggota selanjut kembali ke rumah masing – masing.

( Adhi S )