Musda Sekber Insan Pers Jateng DPC Pekalongan Raya Digelar, Regenerasi Kepemimpinan Jadi Fokus Utama

Blog48 Dilihat

Cyberone News.Com

PEKALONGAN – Musyawarah Daerah (Musda) Sekber Insan Pers Jawa Tengah DPC Pekalongan Raya digelar khidmat di aula Hotel Istana, Jalan Gajah Mada Barat, Kramatsari, Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, Minggu (15/2/2026). Agenda organisasi ini menjadi momentum penting konsolidasi insan pers sekaligus penentuan pergantian Ketua DPC Pekalongan Raya periode selanjutnya.

Musda dihadiri sejumlah pemangku kepentingan strategis. Kapolresta Pekalongan hadir melalui perwakilan Iptu Purno Utomo, SH. Turut hadir Ketua Umum DPP IPJT Jawa Tengah Firdaus Andika, perwakilan Diskominfo Kabupaten Pekalongan Siti Kholidah, serta unsur Prokompim Kota Pekalongan dan Prokompim Kabupaten Pekalongan. Kehadiran lintas unsur ini menegaskan pentingnya sinergi antara pers, pemerintah daerah, dan aparat keamanan.

Dalam sambutannya, Firdaus Andika menekankan bahwa Musda kali ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan forum strategis untuk memperkuat organisasi dan etika profesi. Ia menyampaikan terima kasih kepada Kapolresta Pekalongan yang diwakili Iptu Purno Utomo, SH, Pemerintah Kabupaten Pekalongan, serta seluruh pihak yang telah meluangkan waktu dan mendukung terselenggaranya Musda.

“Terima kasih atas kehadiran dan dukungan semua pihak. Hari ini kita bersama-sama melaksanakan Musda DPC Pekalongan Raya. DPC ini tipenya agak berat karena menyatukan Kota dan Kabupaten Pekalongan agar menjadi satu wajah yang sederhana dan solid,” ujarnya.

Firdaus juga menyinggung amanat Musda tahun sebelumnya yang memberi mandat kepadanya untuk memimpin dan menguatkan IPJT Jawa Tengah. Ia mengakui tantangan tersebut tidak ringan, namun diyakininya dapat dijalankan dengan kebersamaan dan komitmen anggota. “Saya berani melangkah karena ada mandat dan kepercayaan. Pesan saya, mari kita jaga marwah organisasi,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya independensi wartawan. Menurutnya, wartawan tidak cukup hanya hadir di lapangan tanpa menghasilkan karya jurnalistik yang bermutu. “Wartawan bukan sekadar menulis berita, tetapi bertanggung jawab atas kualitas dan kebenaran informasi. Jangan sampai ada wartawan hanya berputar-putar tanpa berita, atau membawa proposal tanpa tujuan yang jelas,” katanya.

Firdaus juga mengingatkan agar insan pers tetap berani bersikap profesional dan independen. “Jangan sampai kita berada di bawah ketiak siapa pun. Pers harus berani, tidak takut, dan tetap menjaga integritas meski menghadapi tekanan atau suara-suara negatif di lapangan,” tandasnya.

Rangkaian Musda berlangsung tertib dan demokratis, dimulai dari laporan pertanggungjawaban pengurus, penyampaian pandangan peserta, hingga agenda utama penentuan pergantian Ketua DPC Pekalongan Raya. Antusiasme peserta mencerminkan tekad bersama untuk memperkuat peran pers sebagai pilar demokrasi yang beretika, profesional, dan berpihak pada kepentingan publik di Pekalongan Raya.

( Raja )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *