Kawasan Wisata Kali Waisai, Jalan Menuju Penghargaan Adipura

Blog70 Dilihat

Cyberone News.com

Raja Ampat – Dari predikat Waisai sebagai salah satu kota kecil terkotor di Indonesia, pemerintahan ORMAS Raja Ampat kini berupaya sekuat tenaga dan pikiran untuk menghapus julukan negative tersebut dengan memindahkan pasar lama serta membersihkan sepanjang kawasan kali Waisai untuk dibangun ruang terbuka hijau sebagai kawasan wisata baru kota Waisai.

Kawasan kali Waisai dan pasar lama merupakan kawasan kumuh dan liar yang turut memberikan andil dalam penilaian kementrian lingkungan hidup di Indonesia tentang status kelayakan sebuah kota dimana kota Waisai mendapatkan predikat sebagai salah satu kota kecil terkotor di Indonesia bersama kota Sorong dan lain-lain. Apalagi kota Waisai tidak memiliki ruang terbuka hijau dan tempat pembuangan akhir sampah maupun manajemen persampahan yang baik termasuk kebersihan toilet di kantor-kantor pemerintah. Salah satu hutan kota Waisai telah dirubah menjadi sebuah ” rumah bernyanyi ” di kota Waisai.

Pembangunan kawasan wisata kali Waisai mengacu pada RTRW atau rencana tata ruang kota Waisai dimana kawasan kali Waisai terkoneksi dengan pantai WTC sebagai sebuah kawasan wisata. Pengunjung dapat melihat sun rise dan sunset pada pantai WTC, namun juga mereka bisa berjalan santai dan berolah raga di sepanjang kali Waisai sambil menikmati santapan aneka kuliner maupun mencucii mata disana.

Jika pemerintahan ORMAS sedang menata kembali RTRW dan menghilangkan jejak kota kecil terkotor di Indonesia, maka secara tidak langsung, ORMAS sedang menyiapkan langkah kecil namun besar manfaatnya sebagai jalan menuju perolehan penghargaan terbaik lingkungan hidup Indonesia ” Adipura “.

Kawasan wisata kali Waisai jalan menuju perolehan Adipura. Ayo bangkit, produktif menuju masyarakat Raja Ampat sejahtera.

( Jok )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *