GIAN Dukung BNN Masukkan “Vape” Kedalam UU Anti Narkotika 

Blog14 Dilihat

Cyberone news com

JAKARTA – Ketua Umum GIAN RM.Guntur Eko Widodo Khawatir Dengan Maraknya Penggunaan Vape Sebagai Pengganti Alternatif Merokok Konvensional

Hal Ini Disampaikan Oleh Ketua Umum GIAN bahwa Vape, terindikasi menjadi entry point atau pintu masuk bagi penyalahgunaan narkoba, dan ini merupakan bahaya yang serius. Ada banyak laporan dan penelitian yang menunjukkan hubungan antara penggunaan vape dengan peningkatan risiko penggunaan narkoba.

GIAN Mendukung Penuh Usulan Ka BNN Irjen Pol. Suyudi Ario Seto, S.H., S.I.K., M.Si. memasukkan VAPE Ke Dalam UU Anti Narkotika.

Hasil Diskusi Ketua Umum GIAN Dengan BNN Secara Terpisah Menyimpulkan Bahwa Vape Adalah Entry Point Alternatif Terselubung Penyalahgunaan Narkoba, Yang Gampang Gampang Susah Deteksinya.

 

Berikut adalah poin-poin penting mengapa vape dianggap berbahaya sebagai entry point narkoba:

1. “Gateway Drug” (Obat Gerbang):- Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan rokok elektrik (vape) yang mengandung nikotin dapat menjadi “obat gerbang” menuju penggunaan rokok konvensional dan obat-obatan adiktif lainnya, termasuk ganja, opioid, dan bahkan obat-obatan terlarang seperti heroin dan MDMA.

– Nikotin sendiri adalah zat adiktif yang dapat mengubah otak, terutama pada remaja, sehingga membuat mereka lebih rentan terhadap kecanduan zat lain.

2. Modus Penyamaran Narkoba:- Sindikat narkoba internasional semakin sering menggunakan vape sebagai “topeng” atau alat untuk menyelundupkan dan mengedarkan narkotika. Mereka mencampur narkotika jenis tertentu (seperti MDMA, etomidate, ketamin, THC, dan synthetic cannabinoid) ke dalam cairan vape (liquid vape) dan mengemasnya agar terlihat seperti produk legal.

– Hal ini sangat berbahaya karena sulit dideteksi oleh pihak berwenang pada awalnya dan juga membuat pengguna vape secara tidak sadar terpapar narkoba.

3. Penggunaan Substansi Psikoaktif Non-Nikotin:- Vape dapat digunakan untuk menghirup substansi psikoaktif selain nikotin, seperti turunan ganja (cannabinoids) dan bahkan obat-obatan sintetik seperti spice. Praktik ini, terutama di kalangan remaja, jauh lebih berisiko daripada yang dibayangkan.

– ANSM (badan keamanan obat Prancis) telah menerima banyak laporan tentang efek samping serius setelah menghirup substansi psikoaktif melalui vape. Efeknya bisa lebih cepat dan kuat dibandingkan metode konsumsi lain.

4. Target Remaja dan Kemudahan Akses:- Penggunaan vape telah meningkat pesat, terutama di kalangan remaja dan dewasa muda. Ini karena vape sering dipasarkan sebagai alternatif yang “lebih aman” dari rokok tradisional atau sebagai gaya hidup.

– Desain vape yang semakin bervariasi dan tidak mencolok membuatnya sulit dideteksi di lingkungan sekolah atau tempat umum, sehingga memudahkan remaja untuk menggunakannya.

– Cairan vape yang mengandung narkotika sering dipasarkan di tempat hiburan malam atau melalui jaringan gelap, menargetkan kalangan muda dan pengguna vape.

5. Risiko Kesehatan Serius:- Ketika cairan vape dicampur dengan narkotika, bahaya kesehatannya berlipat ganda. Ini dapat menyebabkan kerusakan organ tubuh, kecanduan berat, gangguan psikiatri (delusi, halusinasi, ide bunuh diri, serangan panik), gangguan pencernaan, masalah kardiovaskular, hingga kejang dan kehilangan kesadaran.

– Zat-zat seperti etomidate (digunakan untuk induksi anestesi), ketamin (obat anestesi), THC (komponen psikoaktif ganja), dan synthetic cannabinoid (ganja sintetis) sangat berbahaya jika disalahgunakan.

 

Langkah-langkah yang Perlu Diperhatikan:

– Peningkatan Pengawasan: BNN dan aparat penegak hukum terus memperkuat pengawasan dan penindakan terhadap sindikat narkotika yang menggunakan modus vape.

– Edukasi dan Sosialisasi: Penting untuk terus mengedukasi masyarakat, terutama remaja dan orang tua, mengenai bahaya vape sebagai entry point narkoba.

– Regulasi yang Ketat: Pemerintah dan pihak terkait perlu memperketat regulasi terkait penjualan dan distribusi vape, serta menguji kandungan cairan vape secara berkala.

– Kewaspadaan Pengguna: Pengguna vape harus sangat berhati-hati terhadap cairan vape yang tidak jelas asal-usulnya atau yang ditawarkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Bahaya ini sangat nyata dan membutuhkan perhatian serius dari semua pihak, mulai dari pemerintah, orang tua, pendidik, hingga masyarakat secara keseluruhan, untuk melindungi generasi muda dari ancaman narkoba yang semakin canggih modusnya.

(Guntur/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed