Bus Trans Semarang Bagaikan Cumi-cumi Darat, Berasap Hitam Pekat Melenggang di Jalan Kota Semarang

Blog180 Dilihat

cyberonenews.com

SEMARANG – Pemandangan bus berwarna merah yang dikenal sebagai armada Trans Semarang kembali menuai sorotan publik. Bukan karena pelayanannya, melainkan karena asap hitam pekat yang keluar dari knalpot bus saat melintas di sejumlah ruas jalan Kota Semarang. Fenomena itu membuat warga menyebutnya bak “cumi-cumi darat” yang menyemburkan tinta hitam di tengah kota.

Sudah bukan sekali dua kali masyarakat melihat bus dengan kondisi mesin yang diduga tidak layak jalan itu menebarkan asap tebal di udara. Asap hitam tersebut tak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga mengganggu pandangan serta pernapasan pengendara lain yang berada di belakangnya.

Salah satu tokoh masyarakat sekaligus Ketua Forum Komunikasi Ormas Semarang Bersatu (FKSB), A.M. Jumai, angkat bicara menyoroti persoalan ini. Ia mengaku sering menjumpai langsung kondisi serupa ketika melintas di beberapa jalan utama Kota Semarang.

“Setiap kali melintas, pasti ada saja bus Trans Semarang yang mengeluarkan asap hitam pekat. Ini sangat mengganggu, apalagi saat lalu lintas sedang ramai,” ujar Jumai, Rabu (6/11/2025).

Menurutnya, slogan “Semarang Hebat” yang selama ini digaungkan Pemerintah Kota seharusnya diwujudkan dalam tindakan nyata, termasuk menjaga kualitas transportasi publik yang bersih, sehat, dan ramah lingkungan.

“Kalau bus Trans Semarang yang membawa nama kota malah menyemburkan asap hitam, bagaimana masyarakat bisa percaya bahwa Semarang benar-benar hebat?” tegasnya.

Jumai juga mempertanyakan apakah armada bus tersebut rutin diperiksa dan menjalani perawatan berkala. Ia menilai, jika dibiarkan terus beroperasi tanpa kontrol emisi, masyarakat akan terus disuguhi udara kotor yang berisiko bagi kesehatan.

“Kami heran, apakah tidak ada uji emisi atau perawatan mesin secara rutin? Ini kan merugikan warga yang setiap hari menghirup udara dari asap knalpot bus itu,” tambahnya.

Selain mencemari udara, asap hitam pekat dari bus dinilai berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, terutama bagi pengendara roda dua dan pejalan kaki yang berada tepat di belakang bus tersebut.

Jumai meminta agar Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) segera menindaklanjuti persoalan ini. Ia mendesak agar armada yang tidak layak jalan diperbaiki atau ditarik sementara dari operasional.

“Jangan biarkan bus bobrok melenggang di jalanan. Pemerintah harus bertindak cepat agar polusi tidak makin parah dan kenyamanan pengguna jalan tetap terjaga,” tandasnya.

Masyarakat pun berharap pihak pengelola Trans Semarang dan Dishub Kota Semarang segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi seluruh armada. Langkah ini dinilai penting demi menciptakan transportasi publik yang benar-benar ramah lingkungan, nyaman, dan sehat bagi warga Kota Semarang yang semakin padat aktivitasnya.

#b13deks412.