Cyberonenews.com
SEMARANG – Upaya Polrestabes Semarang dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan keselamatan masyarakat Kota Semarang mendapat apresiasi tinggi dari berbagai elemen masyarakat. Ketua Forum Komunikasi Ormas Semarang Bersatu (FKSB), Dr. H. AM. Jumai, SE, MM, menyampaikan penghargaan atas langkah-langkah konkret yang terus dilakukan kepolisian dalam mencegah kejahatan jalanan dan kenakalan remaja, khususnya aksi balap liar yang selama ini meresahkan warga.
Menurutnya, Polrestabes Semarang menunjukkan ikhtiar serius dan berkelanjutan dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif.
Salah satu langkah strategis yang dinilai efektif adalah inisiatif Polrestabes Semarang dalam mendorong Pemerintah Kota Semarang melakukan pemasangan pita kejut di kawasan rawan balap liar, seperti di wilayah Aprel Pengaron, Kecamatan Pedurungan.
Di lokasi tersebut, sebanyak 16 pita kejut dipasang dengan jarak setiap 50 meter, terdiri dari 8 pita kejut di sisi utara dan 8 pita kejut di sisi selatan jalan. Rekayasa lalu lintas ini dinilai mampu menghambat laju kendaraan yang kerap digunakan untuk balap liar, sehingga berpotensi besar mencegah kecelakaan lalu lintas dan korban jiwa.
Selain rekayasa teknis di lapangan, Polrestabes Semarang juga secara konsisten menggelar patroli malam hingga dini hari di titik-titik rawan gangguan kamtibmas. Patroli dilakukan secara terukur, profesional, dan humanis, dengan sistem pengawasan personel melalui absensi digital serta dukungan aplikasi LIBAS.
Aplikasi LIBAS dinilai sebagai terobosan positif karena tidak hanya meningkatkan kecepatan respons aparat kepolisian, tetapi juga membuka ruang partisipasi aktif masyarakat dalam melaporkan kejadian secara langsung, cepat, dan transparan.
Kinerja responsif dan humanis Polrestabes Semarang pun mendapat apresiasi nyata dari masyarakat. Hal ini terlihat dari penilaian bintang lima pada aplikasi LIBAS, salah satunya atas penanganan kecelakaan lalu lintas yang dilakukan secara sigap, profesional, dan penuh empati.
Dr. H. AM. Jumai menegaskan bahwa sinergi antara kepolisian, Pemerintah Kota Semarang, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen warga merupakan kunci utama terwujudnya Kota Semarang yang aman, nyaman, dan tenteram.
“Semoga ikhtiar dan komitmen Polrestabes Semarang ini terus berlanjut serta menjadi teladan dalam menjaga keselamatan publik, sekaligus melindungi masa depan generasi muda dari perilaku berisiko di jalan raya,” pungkasnya.
#porebled412.






