Afsal Loji, Generasi Emas Raja Ampat Pengagum Literasi

Blog71 Dilihat

Cyberone News.com

RAJA AMPAT –  bersyukur masih memiliki satu orang generasi emas yang mengagumi literasi di tengah arus teknologi dan informasi dimana buku mulai ditinggalkan oleh semua pengguna gadjet.

‎Adalah Afsal Loji, begitu teman teman di kota Sorong menyingkat namanya, kesukaannya membaca buku. Sejak kecil di pulau Doom, Afsal sering mengikuti perpustakaan keliling agar dia bisa membaca gratis untuk memenuhi keingintahuannya tentang dunia. Kegemaran membacanya semakin tumbuh berkembang ketika Afsal bersentuhan dengan dunia kampus dan berkegiatan di HMI kota Sorong. Tak hanya menyukai membaca, Afsal juga mendirikan Taman Baca ” Lafas ” yang mengkaji tentang filsafat Islam.

‎Karena suka membaca, Afsal menjadi teman diskusi yang menarik, gaya bicaranya runut dan ilmiah, sejumlah fakta ilmiah disodorkan untuk memperkuat asumsinya kepada lawan bicara, sabar dalam penjelasan dan menguasai materi sehingga membuat lawan bicara yakin dan pesan yang ingin disampaikan dengan mudah dicerna dan dipahami.

‎Suatu malam di kota Waisai pada awal Minggu pertama tahun baru 2026, ketika Afsal ditanya tentang kenapa dia sangat mengagumi literasi, jawabannya sangat sederhana ” kita harus cinta pengetahuan “, melalui literasi baik menulis dan membaca buku, kita dibawa melihat dunia yang sangat luas dan kaya dengan pengetahuan. Karena  kecintaannya terhadap buku dan membaca pula telah mengantarkan Afsal Loji melalangbuana ” berkeliling dunia “.

‎Ketika membaca angka buta huruf yang tinggi, IPM yang rendah dan buku yang mulai ditinggalkan karena dampak teknologi dan informasi, Afsal merasa miris ketika hal itu terjadi di Raja Ampat, oleh sebab itu, sebelum terlambat, menurut Afsal, gerakan literasi harus diperkuat di Raja Ampat agar bisa mengimbangi dampak teknologi dan informasi serta mengembangkan kecintaan pelajar dan mahasiswa kembali pada buku.

‎Mengagumi literasi, membuat Afsal yang sangat mengidolakan Pramoedia Ananta Tour ini memiliki mimpi yang belum terwujud yakni memiliki ” Perpustakaan Pribadi “. ( Jok )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *