Acara Peringatan Hari Wayang Nasional Digelar di Desa Panusupan Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas

Blog227 Dilihat

Cyberone News.com

BANYUMAS – Hari Wayang Nasional berdasarkan kalender diperingati setiap tanggal 7 November oleh masyarakat Indonesia.Tanggal 7 November ini mengacu pada pengakuan UNESCO terhadap wayang sebagai warisan kebudayaan Takbenda pada 7 November 2003. Saat ini, wayang menjadi salah satu kebudayaan yang dipentaskan untuk hiburan dan sekaligus edukasi melalui sebuah cerita.

Seperti yang akan dilakukan Kelompok Sadar Wisata ( Pokdarwis) Desa Panusupan Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas juga akan menyelenggarakan Festival Budaya Wayang sekaligus untuk memperingati Hari Wayang Nasional ( HWN), yang akan dilaksanakan pada 13-15 November 2025.

Acara tersebut untuk memperingati Hari Wayang Nasional, ini salah satu upaya yang dilakukan oleh Kelompok Sadar Wisata Desa Panusupan untuk melestarikan kebudayaan wayang kulit sekaligus meningkatkan pemahaman dan kesadaran di kalangan generasi muda tentang kebudayaan Indonesia.

Noviaji ketua panitia penyelenggara Hari Wayang Nasional Desa Panusupan saat di hubungi oleh media cyberonenews.com, Selasa (7/10/2025) melalui telepon selulernya ia mengatakan bahwa kegiatan acara pentas wayang dalam rangka memperingati Hari Wayang Nasional tidak lain tujuan utamanya adalah untuk mempromosikan pertunjukan wayang kulit sehingga kebudayaan ini dapat dijangkau masyarakat luas khususnya untuk kalangan anak muda. Hal ini juga dapat membantu mengenalkan budaya Indonesia kepada audensi internasional dan memperluas penjangkauanya secara global.

Lebih jauh ia menjelaskan, digelarnya acara ini dilatar belakangi minat para generasi muda terhadap kesenian tradisional ini menurun sejak adanya perubahan dan perkembangan zaman. Menurut dia, kaum generasi muda cenderung lebih tertarik pada budaya populer yang diproduksi oleh hiburan masa kini atau hiburan digital seperti film, media sosial dan musik populer.

Selanjutnya dia menjelaskan: “budaya wayang kulit kurang diminati oleh kaum muda sehingga banyak yang lupa tentang pemahaman budaya bangsanya sendir. Mereka menganggap bahwa menonton pertunjukan wayang kulit adalah hal yang ketinggalan zaman ini yang mendorong munculnya perasaan malu karena dicap sebagai kebudayaan kuno”, tuturnya.

“Oleh karena itu kami bersama Kelompok Sadar Wisata ( Pokdarwis) Panusupan bertekad untuk menggelar pentas wayang kulit pada 13-15 November di lapangan Desa Panusupan. Sekaligus mempromosikan atau mengenalkan budaya wayang kepada generasi muda. Di acara ini kami juga bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kemenag. Jika tidak ada halangan akan dihadiri Wakil menteri (Wamen ) Kebudayaan”, kata selanjutnya.

Noviaji menambahkan digelarnya acara pentas wayang kulit akan di awali pameran, pementasan dan Takh Show. Puluhan Dalang akan hadir dan setiap dalang diberi kesempatan pentas selama 3 jam. Kemudian untuk acara puncak pertunjukan wayang semalam suntuk.

Terpisah, Sobirin penanggung jawab stand UMKM dan Lapak di acara ini ia nyampaikan bahwa ada 55 stand yang disediakan oleh panitia untuk para UMKM kemudian untuk lapak pihaknya masih dalam perhitungan mengingat lokasinya terbatas.

Pihak panitia acara Hari Wayang Nasional sepakat dan berharap semoga acaranya dapat berjalan sukses.

“Jika acara ini sukses, ini merupakan kebanggan kita sebagai panitia, juga kebanggaan warga Panusupan”.tutupnya.(ton)