Mahasiswa Unimus Berselancar di Negeri Formosa Taiwan: Menembus Batas, Menjemput Pengalaman Global

Blog3 Dilihat

TAIWAN – cyberonenews.com – Enam mahasiswa Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) menorehkan pengalaman berharga melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional di Taiwan. Mereka adalah Azkya Qorsya Salwa Rambing dan Alilatulbariza dari Program Studi Manajemen, Nyssa Flavia Arityas dan Asmi Nurlaila dari Informatika, Sarah Mahfuzhillah Rahmadewi dari Kesehatan Masyarakat, serta Nia Kurniawati dari Keperawatan.

Program tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan akademik sekaligus membangun jejaring internasional. Dalam kegiatan itu, mahasiswa Unimus berinteraksi dan berkolaborasi dengan delegasi dari berbagai perguruan tinggi, di antaranya Nagoya City University, Tokyo Metropolitan University, Kobe City College of Nursing, Yamagata Prefectural University, VinUniversity, dan Jeonbuk National University.

Rektor Unimus, Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd., berpesan agar para mahasiswa tampil percaya diri dan mampu menunjukkan jati diri sebagai mahasiswa Unimus yang unggul ketika berinteraksi dengan mahasiswa dari berbagai negara.

Menurutnya, KKN tidak semata-mata menjadi perjalanan akademik, tetapi juga momentum untuk membangun kompetensi, memperluas jejaring, meningkatkan kepedulian sosial, serta mendorong mahasiswa memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat global.

Selama berada di Taiwan, mahasiswa mengikuti beragam aktivitas, mulai dari tugas kelompok, pembuatan produk makanan dan produk berbahan alami, pengenalan budaya, filosofi gambar dan sastra, hingga pembelajaran bahasa. Mereka juga mendapat kesempatan memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada peserta dari negara lain.

Budaya Indonesia diperkenalkan melalui batik dan wayang dengan menampilkan sejumlah tokoh pewayangan, seperti Bima, Dewi Sinta, Arjuna atau Janoko, Semar, serta tokoh lainnya. Kegiatan tersebut menjadi sarana diplomasi budaya sekaligus memperkenalkan keberagaman tradisi Indonesia di lingkungan internasional.

Salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi mahasiswa adalah ketika mengeksplorasi berbagai destinasi wisata di Taiwan. Mereka melihat lingkungan yang bersih, tertata, dan relatif bebas polusi. Kondisi tersebut memberikan pelajaran mengenai pentingnya kedisiplinan, kepedulian terhadap lingkungan, serta kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan ruang publik.

Meski demikian, pengalaman lintas budaya juga menghadirkan tantangan. Dari sisi kuliner, mahasiswa menemukan bahwa pilihan makanan yang sesuai dengan selera masyarakat Indonesia masih relatif terbatas, termasuk ketersediaan makanan yang memenuhi kebutuhan halal. Pengalaman tersebut sekaligus membuka pemahaman tentang tantangan yang dihadapi masyarakat Muslim Indonesia ketika berada di luar negeri.

Rektor Unimus juga mendorong mahasiswa untuk mengembangkan program literasi bagi pekerja migran Indonesia melalui kolaborasi dengan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Taiwan. Selain itu, jejaring dengan berbagai institusi pendidikan di Taiwan diharapkan dapat dikembangkan menjadi kerja sama riset dan publikasi ilmiah bersama.

KKN Internasional tersebut pada akhirnya menjadi pengalaman pembelajaran yang jauh lebih luas dari sekadar kegiatan akademik. Mahasiswa belajar berani berinteraksi, beradaptasi dengan lingkungan baru, menghargai perbedaan budaya, sekaligus memperkenalkan identitas bangsa.

Dari Negeri Formosa, mahasiswa Unimus membawa satu pelajaran penting: pengalaman global bukan sekadar tentang keberanian pergi jauh, tetapi juga tentang kemampuan membawa nama baik almamater dan Indonesia. Mereka diharapkan pulang dengan wawasan yang lebih luas, jejaring internasional yang semakin kuat, serta semangat untuk terus berkarya dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

#PUR412.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *